Sunday, June 8, 2014

Memulai Bisnis Tanpa Modal (part 2)

Memang benar adanya   sebuah ungkapan bahwa "Kejujuran dan kepercayaan adalah mata uang yang dapat kita gunakan dimanapun dan kapanpun". Bahkan ke dua hal tersebut tak perlu buku tabungan ataupun ATM.

Seperti yang pernah saya sampaikan pada posting artikel sebelumnya, saya bermaksud untuk berbagi sedikit pengalaman dalam perjalanan hidup saya, sehubungan dengan bisnis yang pernah saya rintis tanpa menggunakan modal. Dalam sebuah usaha, menjadi sebuah kewajaran jika kita mengalami keuntungan ataupun kerugian.Yang kebetulan waktu itu saya mengalami sebuah keadaan yang betul-betul devisit. Meski demikian karena  saya memiliki sebuah niat yang bulat untuk berkembang, maka saya berusaha semaksimal mungkin untuk terus menekuni bisnis, yang  memang sudah menjadi hobby saya sejak di usia remaja.

Saya masih ingat betul kejadian waktu itu, ketika musim kenaikan sekolah seperti sekarang ini di kisaran bulan juni awal. Sebuah usaha sampingan di bidang penjualan sandal dan sepatu yang pernah saya jalankan, tiba-tiba harus terpuruk dan devisit. Padahal disaat bulan juni - juli adalah sebuah moment yang tepat disaat anak sekolah membutuhkan sepatu. Sebuah kerugian jika saya tidak dapat memanfaatkan moment itu. Dapat kita perhitungkan dalam satu RT ada berapa anak sekolah yang membutuhkan sepatu. Tentunya jika kita kalkukasikan dengan keuntungan akan kita bayangkan sebuah angka yang lumayan. Melihat kenyataan seperti ini saya merasa harus segera bergerak agar keuntungan yang sudah didepan mata tidak menguap begitu saja.

Segala daya dan upaya telah saya tempuh untuk mendapatkan modal kembali, agar keuntungan tidak menguap begitu saja. Tanpa sengaja saya dikenalkan salah satu rekan kepada distributor sepatu. Dan dari pertemuan itu saya semakin memiliki greget untuk menangkap peluang  di depan mata ini, karena saya mendapat harga yang lebih murah, dari sebelumnya.

Sesaat pertemuan itu, saya berpikir semakin  keras bagaimana caranya agar  saya segera  bisa belanja produk sepatu yang dimaksud. Akhirnya saya memutuskan untuk menggadaikan ponsel saya satu-satunya, yang biasa saya gunakan untuk komunikasi dan menerima pesanan sandal dan sepatu. Singkat cerita saya beranikan diri  untuk menggambil beberapa produk sepatu dari distributor yang baru saya kenal itu, dengan jaminan hp yang saya miliki. Tanpa disangka ternyata sang distributor mengabulkan permintaan saya, bahkan sang distributor tidak mau membawa ponsel saya sebagai jaminan. Yang pada akhirnya disepakati saya membawa sejumlah sepatu yang nilai rupiahnya hampir 3x lipat dari harga ponsel yang saya gunakan sebagai jaminan. Padahal kami baru saja saling mengenal. Subhanallah..sebuah pertolongan dari TUHAN yang tak pernah terpikirkan oleh saya sebelumnya. Sehingga usaha sampingan saya dapat kembali berjalan tanpa harus dengan mengeluarkan modal.

Semoga dengan sedikit cerita pengalaman hidup yang pernah saya alami ini dapat memberikan inspirasi kepada para sahabat semua untuk tetap semangat tanpa kenal lelah. Segala cobaan dan rintangan dalam kehidupan dijadikan sebagai suplemen kehidupan untuk menjadi lebih  besar. Tetap berpegang teguh pada kejujuran dan kepercayaan dalam merintis sebuah usaha.


 



No comments:

Post a Comment